Seperti diberitakan MSNBC, Jumat 16 September 2011, populasi baru bekicot raksasa Afrika di temukan di wilayah Miami-Dade, Florida. Pemerintah langsung menurunkan petugasnya untuk mengumpulkan binatang berlendir ini.
Kamis pekan ini, ditemukan sekitar 1.000 ekor bekicot dalam radius 1,6 km persegi. Ratusan lainnya juga ditemukan di halaman belakang sebuah rumah di Coral Gables. Proses penangkapan masih terus dilakukan. Bekicot ini rencananya akan dikumpulkan dan dibekukan hingga mati. Belum diketahui dari mana bekicot ini kembali muncul.
Binatang moluska jenis ini sangat mudah berkembang biak. Dr. Trevor Smith dari Departemen Pertanian Florida mengatakan setiap kali kawin, bekicot ini dapat memproduksi 100-400 butir telur. Setiap tahunnya, seekor bekicot mengeluarkan 1.200 telur.
"Setiap bekicot jenis ini dapat hidup sampai sembilan tahun dan memiliki kelamin ganda," kata Smith.
Wabah bekicot terbesar pernah terjadi di wilayah Miami, Florida, pada tahun 1966. Kala itu, seorang bocah membawa tiga ekor bekicot dari Afrika. Kemudian neneknya melepas ketiganya di kebun.
Bekicot jenis ini dapat mencapai panjang maksimal hingga 20 cm dengan diameter 10 cm. Perlu waktu 10 tahun dan biaya sebesar US$1 juta atau sekitar Rp8,7 miliar untuk memusnahkan bekicot-bekicot ini kala itu.
Kenapa diberantas? Menurut Departemen Pertanian Florida, bekicot jenis ini sangat merusak. "Mereka memakan sedikitnya 500 jenis tanaman, dapat merusak plester dinding dan semen, serta membawa bakteri parasit nematoda yang menyebabkan radang selaput otak."










